Sabtu, 10 Maret 2012

Apa Itu Website, Hosting dan Nama Domain?


Halaman-halaman web yang sedang kita lihat sekarang ini sebenarnya adalah sekumpulan file yang kita buka melalui internet menggunakan browser (misalnya Internet Explorer) di komputer kita. Mungkin kita pernah ‘save as’ sebuah halaman web dan menyimpannya di komputer kita. Kemudian suatu saat kita membukanya kembali. Mengklik nama file tersebut dan tiba-tiba kita sudah bisa melihat isinya di browser, di mana di bagian address bar yang terpampang adalah alamat file di komputer kita, seperti C:\Document & Settings\… dst. Lalu bagaimana dengan halaman-halaman atau file-file yang kita buka melalui internet?
Pada dasarnya tidak jauh berbeda. Kalau kita membuka halaman website dari file yang kita simpan di komputer kita sendiri, maka alamatnya adalah C:\… karena file tersebut terletak di komputer kita dengan alamat C:\… atau di hard disk C:\… Tapi kalau di internet alamatnya adalah berupa nama domain, misalnya http://rinto.wordpress.com. Artinya file-file kita berada di sebuah komputer yang memiliki alamat tersebut.
Http://rinto.wordpress.com adalah nama domain dan komputer tempat menyimpan file-file tersebut adalah hosting. Sementara website adalah sekumpulan file yang disimpan di sebuah hosting yang saling terhubung satu sama lain menggunakan link-link yang terdapat di dalamnya. Dan file-file tersebut dapat dibuka dari seluruh dunia menggunakan alamat domain.
Lalu bagaimana caranya menempatkan sebuah website di sebuah hosting sehingga bisa diakses menggunakan nama domain yang kita inginkan?
Pertama, kita harus mencari dan memilih sebuah tempat hosting, atau tempat untuk meletakkan website kita. Saat ini banyak yang menawarkan jasa sewa hosting dan yang gratis juga banyak. Nanti kalau kita sudah terdaftar di hosting tersebut, kita akan memperoleh petunjuk bagaimana cara menempatkan file-file kita di hosting tersebut.
Lalu bagaimana dengan nama domain? Begini, sebenarnya komputer-komputer yang terhubung ke internet itu, yang salah satunya akan kita pakai sebagai tempat hosting, tidak memiliki alamat domain seperti yang kita bayangkan. Komputer-komputer tersebut hanya memiliki alamat berupa nomor IP, seperti 222.124.226.13. Jadi, kalau kita memiliki website yang berada di komputer tersebut, nomor IP itulah yang seharusnya kita ketikkan di browser kalau ingin membukanya. Nah, pusing kan?
Jadi, kalau kita membeli sebuah alamat domain, seperti misalnya www.fabertechnology.com (sebenernya sih menyewa, karena alamat domain itu tidak bisa dimiliki permanen oleh seseorang dan harus menyewa dengan biaya pertahun) maka oleh pengelola domain alamat tersebut akan dipetakan ke komputer yang menyimpan file-file website kita. Sehingga kalau ada yang membuka alamat www.fabertechnology.com maka ia bisa langsung mengakses website kita.
Jadi ketika seseorang yang membuka sebuah alamat domain, misalnya www.fabertechnology.com, maka yang pertama dilakukan oleh browser adalah mencari di internet di mana alamat sebenarnya (alamat IP) dari alamat domain tersebut. Setelah ditemukan, baru kemudian browser mendapatkan file dari komputer hosting tempat menyimpan website tersebut.
Maka, jangan salah sangka kalau ada anggapan bahwa website dengan domain .co.id bisa lebih cepat diakses daripada website dengan domain .com .
Karena website dengan domain .co.id juga bisa dihosting di komputer yang lokasinya jauh di luar negeri. Dan semakin jauh jarak pengakses dengan lokasi hosting, tentu mempengaruhi kecepatan aksesnya.

Memanfaatkan situs jejaring sosial sebagai media berbisnis

Banyak sudah korporasi-korporasi yang memanfaatkan media jejaring sosial untuk membantu menjalankan bisnisnya dan terbukti menghasilkan banyak kontribusi terhadap pendapatan maupun proses bisnis. Tidak hanya itu, media jejaring sosial pun digunakan untuk mem-profile calon karyawan. Sudah banyak berita di media massa khususnya barat, tentang orang-orang yang gagal diterima bekerja dan bahkan dipecat lantaran konten profil pribadinya di jejaring social. Juga di Indonesia, belum lama kita mendengar berita tentang murid yang dikeluarkan dari sekolahnya lantaran menghina gurunya melalui status facebook, juga mahasiswa salah satu perguruan tinggi terkemuka di bandung yang terancam drop out setelah memasang status yang berbau SARA.
Pada dasarnya, situs jejaring sosial memiliki potensial yang sampai saat ini masih sangat mungkin untuk dimanfaatkan. Baik itu untuk pemasaran, customer relation, profiling calon karyawan, dan masih banyak lagi. Pertanyaannya adalah sudahkan korporasi-korporasi nasional memanfaatkan potensi tersebut dengan optimal?
Bagi pengguna dan pengamat jejaring sosial, melihat potensi besar yang dimiliki situs-situs tersebut tidaklah sulit. Bahkan belum lama berhembus kabar bahwa facebook akan mengintegrasi situs jejaring sosialnya dengan transaksi e-commerce. Berita tersebut sempat melambungkan saham facebook. Seperti dikutip situs kompas.com, saham facebook telah meningkat 700% padahal belum IPO. Bisa kita bayangkan apabila situs facebook mengintegrasi e-commerce, dunia e-commerce yang kita tahu sekarang boleh jadi berubah drastis. Permasalahan utama dalam transaksi bisnis dalam dunia maya adalah trust, jika facebook mengintegrasi fasilitas transasksi bisnis elektronik, masalah trust tersebut dapat dieliminasi. Mengapa demikian? Berbeda dengan situs e-commerce semacam e-bay, jika facebook memiliki fasilitas tersebut, maka kita bisa lebih mengenal si penjual, dan boleh jadi teman atau saudara kita sendirilah yang menjadi pelaku transaksi, orang-orang yang kita kenal dan percaya.
Jejaring sosial dalam negeri, kaskus.us, juga memahami potensi bisnis di bidang ini. Setelah mendapatkan suntikan dana yang dirahasiakan besarnya dari grup Djarum, kaskus berencana mengintegrasi layanan jual beli onlinenya (forum jual beli kaskus) dengan jaringan perbankan yang dimiliki grup Djarum, bank BCA. Kaskus juga menganggap media ini sebagai sumber pemasaran yang handal. Sebagaimana diungkapkan Danny, Chief Marketing Officer KasKus, di situs berita kompas.com: Untuk melakukannya, berbagai cara bisa diaplikasikan. Danny mencontohkan satu langkah yang bisa diterapkan. Caranya, mengomunikasikan secara personal sehingga produk baru seolah dianggap rahasia. Dengan cara itu, orang akan dianggap istimewa. “Informasi yang tadinya dianggap rahasia nantinya pasti malah disebarkan. Untungnya ada pada kita. Secara tidak langsung kita berhasil menyebarkan berita tentang produk kita,”
Berdasarkan contoh-contoh diatas, korporasi dapat memanfaatkan situs jejaring media sebagai media bisnis proses mereka dan sebagai media pemasaran, baik itu pemasaran produk, atau kegiatan-kegiatan perusahaan lainnya. Contoh sukses lain adalah kripik ma icih yang melakukan pemasaran gerilya lewat twitter. Disini pihak marketing kripik ma icih menginformasikan kepada followernya dimana kripik akan dijual. Tempat-tempat penjualan berubah secara berkala. Sistem seperti ini memberikan pengalaman baru bagi konsumen dalam menikmati produknya. Bisnis tersebut mampu menghasilkan puluhan juta rupiah setiap harinya
Kesimpulannya adalah situs jejaring sosial sangat potensial membantu dalam banyak kegiatan bisnis. Sudah seharusnya sebagai penggiat bisnis memanfaatkan dan bahkan mengalokasikan sumber dayanya khusus untuk memanfaatkan jejaring sosial ini sehingga benefit-benefit yang dibawanya dapat dimaksimalkan.

Jumat, 09 Maret 2012

Sejarah Internet

Sejarah Internet dan Perkembangan Internet
Sejarah dari adanya intenet dimulai pada tahun 1969 ketika itu Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik.
Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan
.
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Cat: diolah dari beberapa sumber.
Sekian Sejarah Internet dan Perkembangan Internet pada mulanya…

sumber : http://www.sejarah-internet.com/

Jumat, 02 Maret 2012

Ide saya dalam membuat bisnis online



setelah melihat para pengusaha-pengusaha yang telah berpengalaman dan terlebih dahulu di bidang bisnis online saya juga ikut tertarik untuk menjalani dan mendalami bisnis online tersebut
adapun ide saya tertarik di bidang bisnis online ini ,
sebenarnya siii .... usaha berjalan lumayan lama , tapi baru saat saya terpikirkan untuk mempromosikannya di dunia maya,
dan konveksi yang udah dirintis sudah memiliki beberapa koleksi-koleksi pakaian seragam / t-shirt team
ini ada satu koleksi dari konveksi saya ,
mungkin dengan saya menunjukan gambar collection konveksi saya , smoga aja ada beberapa orang yang tertarik dan berminat untuk memesan dan membuat di konveksi saya ini .
hheeeeee :D


Rabu, 29 Februari 2012

10 orang yang berhasil bisnis di dunia maya


E-Business atau bisnis elektronik merupakan bisnis internet, sama saja dengan bisnis yang ada di dunia nyata. Bedanya, kalau bisnis di dunia nyata kita perlu tatap muka, tapi di bisnis internet kita tidak perlu bertatap muka karena bisnis ini memanfaatkan internet. Tentu saja, namanya juga bisnis internet. Ngomong-ngomong soal bisnis internet nih, ada beberapa dari banyak orang yang sukses menggeluti bisnis ini. Berikut nama-nama orang yang sukses dalam dunia bisnis internet.

 
Orang Indonesia yang sukses di internet
1. Anne Ahira 

Anne Ahira telah mendirikan sekolah internet marketing secara online pada tahun 2005.
2.Budi Darsono
Budiono Darsono adalah seorang pendiri situs berita online pertama di Indonesia, yaitu detik.com. Hayoo, siapa yang gak pernah tahu situs detik.com??? :D




3. Aulia Halimatussadiah

Aulia Halimatussadiah mendirikan sebuah toko buku online, yaitu kutukutubuku.com.



4. Andrew Darwis

Andrew Darwis adalah pelopor berdirinya situs kaskus.com, yaitu komunitas terbesar di Indonesia.

5. Hendrik Tio

Hendrik Tio adalah pemilik sekaligus pendiri toko online terbesar di Indonesia yaitu bhinneka.com.

Dan Ini 5 Orang dari Luar Negeri
1. Blake Ross

Blake Ross adalah developer Software asal Amerika, dan terkenal karena project Mozilla Firefox. 
2. Mark Zuckerberg
 
Mark Zuckerberg adalah pemilik situs social networking terbesar di dunia yaitu facebook.



3. Pete Cashmore















Pete Cashmore menjalankan situs Mashabel, yang menampilkan situs-situs baru apa saja yang muncul di dunia maya.


4. Shama Kabani



 













Shama Kabani adalah president Click To Client, perusahaan service web marketing, dan telah berkeliling dunia untuk bicara tentang internet marketing.

5. Matt Mullenweg














 Matt Mullenweg Mattew Mullenweg penemu software Blog Engine WordPress. 

Saya harap orang-orang ini bisa memotivasi dan menginspirasi Anda semua untuk ikut juga mulai membangun dan mengembangkan bisnis di dunia maya.